Dia seorang guru di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu. Selepas dzuhur hingga magrib dia mengajar anak-anak pulau belajar agama. Beberapa jam kemudian, dia berubah menjadi pedagang ikan yang berjualan hingga Muara Angke, Jakarta Utara.
Muridnya lebih dari 135 orang. Gajinya tidak dalam bentuk rupiah, karena memang tidak ada yang menggajinya. Madrasah diniyah yang dia dirikan adalah inisiatifnya setelah lulus dari Ponpes Al-Mahbubiyah, Cilandak, Jakarta Selatan. Abdul Malik (30) benar-benar menerapkan plesetan kata 'mengaji' yang dulu sering dia dengar waktu masih nyantri: 'mengabdi tanpa digaji'.
Muridnya lebih dari 135 orang. Gajinya tidak dalam bentuk rupiah, karena memang tidak ada yang menggajinya. Madrasah diniyah yang dia dirikan adalah inisiatifnya setelah lulus dari Ponpes Al-Mahbubiyah, Cilandak, Jakarta Selatan. Abdul Malik (30) benar-benar menerapkan plesetan kata 'mengaji' yang dulu sering dia dengar waktu masih nyantri: 'mengabdi tanpa digaji'.